Siapa sih yang tidak pernah kirim atau terima barang dari ekspedisi yang satu ini yaitu JNE. Sudah bertahun-tahun saya menggunakan JNE dari mulai website JNE yang sering down sampai sekarang sudah ada aplikasi cek ongkir JNE di Android. Dan kali ini saya akan membahas mengenai masalah pelayanan counter JNE yang setengah hati dalam menerima kiriman JNE Cashless.

Kenapa saya bilang setengah hati? Karena ada beberapa layanan yang diberikan oleh JNE namun tidak ada di counter JNE, kenapa bisa begitu? Nah, saya sendiri kurang mengetahui tentang layanan yang diberikan JNE itu seperti apa dan bagaimana prosedurnya, sehingga tidak syncron antara JNE pusat dengan sales counter.

Counter JNE Tidak Menerima Pesanan Cashless

Jadi begini, saya mengalami beberapa hal aneh ketika mengirim paket ke counter JNE yang ada di beberapa wilayah Surabaya, apa saja itu?

Counter JNE Tidak Menerima Pesanan Cashless

Bagaimana bisa pihak counter JNE tidak menerima pengiriman yang menggunakan JNE Cashless, hal itu bagi saya sangat aneh sekali, sedangkan saya seorang penjual online di salah satu marketplace yang mewajibkan menggunakan JNE Cashless, akan tetapi pihak counter JNE tidak menerima pengiriman dalam bentuk JNE Cashless.

Dan setelah saya tanyakan, harus melakukan pengirima ke JNE pusat. Sedangkan jarak rumah saya dengan JNE pusat sangat jauh, saya ada di Surabaya Barat apa harus pergi ke JNE Pusat yang ada di Juanda? Jika ada pesanan menggunakan JNE Cashless. Sungguh tidak masuk akal.

Counter JNE Tidak Menerima Pesanan Cashless yang Tidak di Print

Hal ini masih tidak jauh berbeda dengan point pertama, bahwa saya pernah ditolak oleh counter JNE dengan alasan harus di print nama penerima dan juga barcode pengiriman, karena print saya waktu itu sedang error akhirnya saya mencari sebuah warnet untuk print alamat penerima yang menggunakan JNE Cashless tersebut.

Setelah saya print dan balik ke counter JNE tersebut, masih ditolak juga dengan alasan barcode tidak terbaca. Padahal print label tersebut sudah sangat jelas dan juga ada keterangan jika tidak bisa discan, dapat menggunakan kode yang tertulis. Entah, kenapa ada counter JNE yang seperti itu, saya pun pulang dan membatalkan pesanan menggunakan JNE Cashless tersebut.

Bayar Rp2.000 untuk Cetak Label JNE Cashless

Selain dua point di atas, hal ini yang menurut saya paling menjengkelkan. Kenapa bisa menjengkelkan? Karena sudah menunggu sangat lama udah gitu harus membayar Rp2.000 yang katanya untuk cetak kertas label pengiriman.

Langsung saja saya tolak dan pulang, lah saya ini mau kirim paket pakai JNE Cashless dan sudah ada keterangan penjual tidak perlu membayar biaya kirim malah dimintai uang Rp2.000, sebenarnya ini akal-akalan counter JNE atau bagaimana saya juga kurang faham dan pegawainya bilang kata bosnya gitu harus bayar Rp2.000 untuk cetak kertas label.

Perusahaan Logistik Berebut Pasar e-commerce

Jadi, kesimpulannya bagaimana kordinasi antara pihak JNE pusat dengan counter JNE yang ada di berbagai daerah, sudah maksimalkah? Kalau belum kenapa di beberapa marketplace mengharuskan pesanan menggunakan JNE Cashless, kalau kasusnya seperti ini dan tidak kunjung diselesaikan jangan harap bisa maju, apalagi ekspedisi sekarang semakin banyak persaingannya dan bisa ambil di rumah meski hanya 1 paket.