Apa hubungannya antara generasi milenial dengan zakat? Kita harus tahu sebagai generasi milenial yang memiliki peran penting dalam membangun umat dan bangsa, kita diwajibkan berzakat karena zakat juga termasuk salah satu rukun islam ke tiga. Jadi sebagai seorang muslim milenial sudah seharusnya memiliki rasa kepedulian yang tinggi terhadap muslim lainnya.

Tak hanya itu, dengan berzakat Anda ikut serta mensejahterahkan umat dan bangsa melalui zakat yang di distribusikan amil zakat kepada fakir miskin dan golongan yang berhak menerima zakat sesuai dengan ketentuan sehingga mereka dapat melakukan kegiatan ekonomi.

Zakat adalah bersih, suci, subur, berkembang, dan berkah⁣⁣. Maksud dari bersih dan suci yaitu jika seseorang berzakat hanya karena Allah, maka Allah akan membersihkan dan mensucikan harta serta jiwanya. Sedangkan subur, berkembang dan berkah yaitu apabila seseorang membayar zakat maka akan dilimpahkan keberkahan jadi hartanya akan selalu tumbuh subur serta berkembang tidak akan berkurang.

Zakat Memiliki 2 Macam:

Zakat Fitrah

Zakat Fitrah adalah zakat yang wajib dikeluarkan oleh umat muslim baik laki-laki maupun perempuan pada waktu menjelang hari raya Idul Fitri atau bulan Ramadhan. Biasanya masyarakat Indonesia melakukan zakat fitrah dengan 3,5 liter beras setara dengan 2,5 kilogram beras.

Zakat Mal

Zakat Mal memiliki banyak jenis di dalamnya, seperti zakat hasil pertanian, hasil ternak, hasil laut, hasil pertambangan, hasil perniagaan dan tidak lupa juga dengan penghasilan atau dikenal dengan zakat profesi karena ini termasuk zakat mal yang wajib dikeluarkan dari pendapatan rutin sebuah pekerjaan dengan tidak melanggar syariah.

Di era sekarang, teknologi informasi sudah berkembang sangat pesat dan peran milenial sudah seharusnya dituntut menjadi pelopor gerakan perubahan untuk menjadi seorang relawan atau amil zakat, kita bisa dengan mudah mengeluarkan zakat melalui ponsel yang biasa kita gunakan untuk browsing maupun bersosial media.

kalkulator zakat

Selain itu Anda tidak perlu bingung untuk perhitungan zakat yang wajib dikeluarkan, bisa Anda cek langsung melalui website https://baznas.go.id/kalkulatorzakat di situ Anda lebih mudah menghitung zakat mal atau zakat penghasilan.

bayar zakat

Untuk pembayaran juga sangat mudah tinggal kunjungi https://baznas.go.id/bayarzakat pilih pembayaran melalui transfer bank, paypal atau uang elektronik seperti ovo, dana, linkaja dan gopay.

Kita sebagai milenial sangat senang dengan kemudahan dan kecepatan, apalagi bagi Anda yang sudah terbiasa berbelanja online pada marketplace Bukalapak atau Tokopedia, mereka juga sudah menerima pembayaran zakat, jadi tidak ada alasan lagi untuk tidak berzakat. Bukankah ada keberkahan di setiap zakat yang kita bayarkan?

Siapa yang Berhak Menerima Zakat?

Sebagai milenial yang peduli dengan zakat, kita juga harus tahu dong siapa saja yang wajib menerima zakat yang sudah kita berikan, berikut ini 8 golongan orang yang berhak menerima zakat:

1. Fakir

Golongan pertama yaitu fakir orang yang tidak memiliki harta agar dapat memenuhi kebutuhan hidup.

2. Miskin

Selanjutnya ada miskin yaitu seseorang yang penghasilannya tidak mencukupi atau dapat digunakan sebagai berwirausaha.

3. Riqab

Riqab ada seorang hamba sahaya atau disebut dengan budak, di zaman Rasullullah SAW ada budak yang diperlakukan tidak manusiawi sehingga memerdekan budak menjadi salah satu penerima zakat menurut Al Quran.

4. Gharim

Gharim atau sering juga disebut dengan Gharimin adalah orang yang memiliki banyak hutang. Entah hutang untuk kebutuhan dirinya (Ghârim limaslahati nafsihi) atau hutang untuk mendamaikan manusia (Ghârim li ishlâhi dzatil bain).

5. Mualaf

Mualaf adalah orang yang baru masuk Islam dan ini juga berhak menerima zakat, agar imannya semakin kuat dan taqwa dalam memeluk agama Islam, selain itu juga dapat mempererat hubungan persaudaraan sesama muslim.

6. Fisabilillah

Fisabilillah adalah seseorang ataupun lembaga yang memiliki kegiatan utama untuk berjuang di jalan Allah dalam rangka menegakkan agama Islam. Biasanya dalam rangka pembangunan masjid ataupun berdakwa di daerah terpencil maupun kota besar.

7. Ibnu Sabil

Ibnu sabil adalah seseorang dalam perjalanan yang kehabisan bekal bisa diartikan musyafir dan para pelajar perantauan sehingga tidak dapat meneruskan perjalanannya baik itu dari golongan mampu atau tidak.

8. Amil zakat

Amil zakat adalah panitia penerima dan pengelola zakat yang berhak menerima zakat dari 8 golongan tersebut dengan catatan 7 dari golongan di atas sudah menerima semuanya, berikut ini data jumlah dana yang tersalurkan kepada 8 golongan penerima zakat Baznas.

dana zakat yang tersalurkan

Ternyata ada satu golongan yang sering salah diartikan sebagai penerima zakat oleh orang-orang yaitu yatim atau piatu, sebenarnya mereka tidak berhak menerima zakat sesuai dengan 8 golongan di atas, kecuali memang fakir miskin. Jadi kita harus memahami dan belajar tentang literasi zakat agar tidak salah kaprah.

indonesia muslim terbanyak di dunia 2019

Zakat memiliki banyak manfaat terutama bagi warga negara Indonesia yang jumlah muslimnya terbanyak di dunia berdasarkan data worldpopulationreview, sehingga banyak kemanfaatan yang didapatkan dari berzakat baik itu secara sosial maupun ekonomi.

Salah satu contoh manfaat dari segi sosial yaitu dapat mempererat hubungan persaudaraan sesama muslim dan menghindari sifat kikir serta dapat membentuk solidaritas kehidupan yang baik dalam bermasyarakat, selain itu dalam hal dakwah dengan berzakat kita dapat menarik simpati terhadap non-muslim untuk memeluk agama Islam. Anda juga bisa melihat data penyaluran zakat dalam berbagai bidang di bawah ini.

manfaat zakat sosial ekonomi

Sedangkan manfaat zakat dari segi ekonomi bisa Anda lihat dari pembangunan fasilitas dakwah agama Islam serta membangun kemandirian fakir miskin agar dapat beriwirausaha.

Dalam hal ini, peran amil zakat memang sangat diperlukan agar dapat menyalurkan dana zakat sesuai dengan tuntunan agama Islam. Ada banyak sekali amil zakat di Indonesia selain Baznas ada Dompet Dhuafa, Inisiatif Zakat Indonesia, Yatim Mandiri Surabaya, Lazis NU, Lazis MU dan sebenarnya masih banyak lagi, akan tetapi yang paling banyak menerima dan menyalurkan zakat yaitu Baznas satu-satunya amil zakat milik pemerintah.

statistik zakat di indonesia 2019

Bisa dilihat dari data penghimpunan zakat di Outlook Zakat Indonesia 2019, pada tahun 2017 ada sebesar Rp 6.224.371.269.471, dimana jumlah itu naik Rp 1.207.078.142.521 (24 persen) dari tahun 2016 yang besarnya Rp 5.017.293.126.950,-.

Dan dari penghimpunan nasional tahun 2017, zakat yang terhimpun sebesar Rp 4.194.142.434.378 (67,38 persen), terdiri atas zakat mal penghasilan individu Rp 2.785.208.957.779 (44,75 persen), zakat mal badan Rp 307.007.314.242 (4,93 persen), dan zakat fitrah Ramadhan Rp 1.101.926.162.357 (17,70 persen).

Sebenarnya potensi zakat di Indonesia bisa mencapai Rp 462 triliun (setara 3,4 persen PDB tahun 2017) dalam data Outlook Baznas, jika memang pemerintah menerapkan kebijakan zakat sebagai insentif pajak yang ideal (zakat sebagai pengurang pajak).

Akan tetapi penghimpunan dana zakat yang didapatkan masih tergolong kecil dari pada yang dirumuskan di atas, hal itu bisa disebabkan karena kurangnya kesadaran umat Islam dalam menunaikan zakat, mungkin saja belum memahami manfaat dari zakat untuk kelangsungan hidup umat dan bangsa.

Maka dari itu, kita sebagai milenial yang mengerti akan pentingnya zakat dan diberikan kemudahan dalam membayar zakat harusnya lebih taat dalam membayar zakat agar perekonomian umat dan bangsa dapat berputar dalam segala bidang baik sosial, ekonomi, pendidikan maupun kesehatan sehingga berdampak pada kesejahteraan bangsa Indonesia.