Indosat Ooredoo – Tepat di hari ulang tahunnya yang ke-48 pada hari Kamis (19/11/2015) Indosat ganti nama jadi Indosat OOredoo setelah tujuh tahun diambil alih mayoritas kepemilikannya oleh telekomunikasi terkenal asal Qatar yaitu OOredoo.

CEO Indosat Alexander Rusli mengatakan bahwa pihaknya membutuhkan waktu dua tahun hingga akhirnya memutuskan untuk berganti nama perusahaan dan logo lamanya untuk menuju perusahaan telekomunikasi digital yang terdepan.

Indosat Ganti Nama Jadi Indosat Ooredoo

Dibalik Cerita Pergantian Nama Indosat Ooredoo

Ini merupakan sebuah tujuan sekaligus transformasi untuk menjadikan digital sebagai DNA perusahaan, “Kami ingin supaya digital menjadi nyawa bagi perusahaan. Karena saat ini pelanggan kami sudah menggunakan data, ini yang kami terus tingkatkan,” kata Rusli saat peluncuran identitas barunya di Kantor Pusat PT Indosat, Jakarta. Dia juga tidak ingin perusahaanya hanya berubah kulit saja akan tetapi perubahan secara menyeluruh dengan menargetkan tiga tahun ke depan supaya menjadi nomor satu pendapatan digital, nomro satu merek digital, dan nomor satu pilihan digital.

Diantara beberapa operator dibawah Ooredoo Grup hanya Indosat yang masih menggunakan merek lama, yang lainnya sudah berganti dengan nama Ooredoo saja, karena menurut Rusli merek Indosat masih berdekatan dengan masyarakat jadi mempertimbangkan untuk menggunakan nama Indosat Ooredoo dan termasuk warnanya. Sedangkan untuk produk-produk Indosat seperti IM3, Mentari atau Matrix masih hadir tanpa ada embel-embel Ooredoo di depannya.

Indosat Ooredoo berkeinginan agar dunia digital yang accessible dan terjangkau bagi semua, lebih dari sekedar konektivitas. Saham Indosat Ooredo dimiliki oleh Ooredoo Asia Pte Ltd, saham publik 15,3 %, negara Republik Indonesia hanya sebesar 14,29 % dan SKAGEN AS sebesar 5,41 %.