Seperti yang saya jelaskan pada artikel sebelumnya mengenal Reksa Dana, bahwasanya kesuksesan investasi Reksa Dana terletak pada pemahaman Anda terhadap jenis-jenis Reksa Dana yang dipilih. Reksa Dana juga dapat dikatakan sebagai pilihan yang praktis bagi masyarakat dalam berinvestasi saham dengan modal yang relatif lebih kecil. Jadi, memilih investasi yang tepat adalah bagian sangat penting untuk mendapatkan keuntungan yang maksimal.

Secara umum Reksa Dana memiliki tujuan investasi berbeda dari setiap jenis produk yang dimiliki dan karakteristik produk yang disesuaikan dengan tujuan investasi ataupun risikonya. Maka dari itu, untuk dapat hasil yang terbaik, Anda harus tahu apa jenis investasi di Reksadana. Berikut ini jenis-jenis investasi Reksa Dana dan penjelasannya:

Reksa Dana Saham

Jenis Reksa Dana Saham

Reksa Dana Saham adalah Reksa Dana yang memiliki keuntungan paling tinggi dan juga memiliki risiko paling besar karena faktor fluktuasi harga saham yang tajam dalam jangka pendek. Maka dari itu disarankan untuk investasi dalam jangan panjang dengan waktu 5 tahun atau lebih.

Dalam Reksa Dana saham, seorang Manajer Investasi menempatkan dana investor minimal 80% ke instrumen saham agar dapat memberikan tingkat keuntungan yang menarik dalam jangka panjang dengan cara mengkapitalisasi pasar modal Indonesia.

Fluktuasi harga saham maksudnya nilai saham dapat berubah-ubah, kadangkala naik, kadang turun. Kadang naik lambat, kadang naik cepat. Kadang turun cepat, kadang turun lambat.

Reksa Dana Pendapatan Tetap/Obligasi

Reksa Dana Pendapatan Tetap dan Obligasi

Reksa Dana Pendapatan Tetap disebabkan oleh perubahan suku bunga acuan Bank Indonesia. Seperti halnya penurunan BI rate akan mendorong kenaikan harga obligasi yang merupakan instrumen penempatan dana Reksa Dana ini. Nah, dari kenaikan harga obligasi ini akan meningkatkan Reksa Dana pendapatan tetap.

Baca :  Mengenal Reksa Dana dan Memilih Manajer Investasi

Obligasi adalah istilah dalam pasar modal untuk menyebut surat pernyataan utang penerbit obligasi (pihak yang berutang) terhadap pemegang obligasi (pihak yang berpiutang). Dalam obligasi sudah dituliskan jatuh tempo pembayaran utang beserta bunganya yang menjadi kewajiban penerbit obligasi terhadap pemegang obligasi. Jangka waktu obligasi yang berlaku di Indonesia umumnya 1 hingga 10 tahun.

Reksa Dana pendapatan tetap memiliki tujuan untuk memberikan suatu tingkat pengembalian yang menarik dengan penekanan pada stabilitas modal. Biasanya Manajer Investasi akan menempatkan dana minimal 0% pada instrumen obligasi. Reksa Dana ini sangat cocok untuk investasi jangka pendek dengan waktu antara 1–3 tahun.

Untuk hasil yang didapat dari reksa dana pendapatan tetap lebih besar dari reksadana pasar uang dan risikonya pun masih di bawah Reksa Dana campuran.

Reksa Dana Campuran

Seperti dengan namanya Reksa Dana Campuran di mana Reksa Dana ini menawarkan kombinasi investasi dalam berbagai instrumen dengan tujuan agar dapat memperoleh keuntungan dalam jangka panjang dengan investasi pada saham, obligasi dan pasar uang.

Keunggulan dari Reksa Dana Campuran yaitu terletak pada Manajer Investasi yang dapat mengatur instrumennya dengan berbagai macam instrumen saham, hutang, obligasi dan lain-lain, jadi terlihat lebih fleksibel, untuk keuntungan Reksa Dana campuran memang tak sebesar Reksa Dana saham karena risikonya juga lebih rendah dibandingkan Reksa Dana saham.

Reksa Dana Campuran menempatkan maksimal 79% pada instrumen saham, obligasi dan deposito. Reksa dana ini sangat cocok untuk investasi jangka menengah antara 3–5 tahun.

Reksa Dana Pasar Uang

Reksa Dana Pasar Uang

Diantara jenis Reksa Dana yang ada, Reksa Dana Pasar Uang adalah jenis investasi Reksa Dana yang paling aman dengan risiko paling kecil dan juga memiliki retur yang paling rendah.

Baca :  9 Tempat Membeli Reksa Dana Online Murah dan Mudah

Reksadana Pasar Uang memberikan keuntungan melalui investasi pada instrumen pasar uang serta menurunkan tingkat risiko melalui diversifikasi penempatan instrumen pasar uang yang dipilih secara selektif. Selain itu juga memberikan tingkat likuiditas yang tinggi untuk memenuhi kebutuhan dana tunai dalam waktu yang cepat.

Reksa Dana ini sangat cocok bagi kaum millennial, hanya dengan Rp 10.000 sudah dapat berinvestasi di Reksa Dana Pasar Uang dan dengan return sekitar 5-6% sudah lumayan dari cukup untuk belajar dalam berinvestasi di Reksa Dana. Pihak investor juga dapat menarik dana kapan saja. Selain itu Reksa Dana pasar uang tidak memungut biaya pembelian dan penjualan kembali.

Reksa dana ini menempatkan investasi 100% pada instrumen jangka pendek seperti obligasi dan deposito perbankan. Reksa dana ini sangat cocok untuk investasi jangka sangat pendek dengan waktu kurang dari 1 tahun.

Saya kira Anda sudah faham mengenai jenis-jenis reksa dana yang sudah saya jelaskan di atas, jadi pilihlah yang sesuai dengan tujuan dan keuangan Anda. Karena terdapat berbagai jenis penawaran investasi Reksa Dana dengan tingkat keuntungan dan risio yang berbeda-beda. Dan jangan lupa untuk mengetahui profil Reksa Dana yang dipilih sesuai dengan risiko dan returnya.

Seteleh Anda faham mengenai jenis-jenis Reksa Dana, sekarang yang perlu Anda ketahui yaitu tentang daftar Manajer Investasi Reksa Dana terbaik, agar tidak salah dalam memilih Manajer Investasi Reksa Dana.