Mau Jadi Partner Lazada? Sebaiknya Pikir-pikir Dulu

Saat ini perkembangan marketplace semakin pesat dan banyak digemari masyarakat Indonesia. Banyak orang yang tidak ingin ribet dalam membeli sesuatu apalagi sibuk dalam sebuah pekerjaan, sehingga lebih dimudahkan dengan berbelanja online di marketplace seperti Lazada, Tokopedia, Bukalapak, Dll. Selain pembeli kita juga bisa menjadi partner untuk berjualan di berbagai marketplace dengan syarat-syarat tertentu yang pasti sudah mempunyai produk yang ingin kita jual.

Syarat-syarat yang diajukan marketplace ada yang free dan ada juga yang berbayar atau sistem bagi hasil, kalau seperti Tokopedia, Bukalapak dan Shopee kita bisa jualan secara gratis tanpa mengeluarkan uang atau bagi hasil. Akan tetapi yang saya bahas kali ini yaitu menjadi partner Lazada dengan sistem bagi hasil beberapa persentase penjualan sesuai kategori produk. Lalu kenapa saya menyuruh pikir-pikir dulu untuk berjualan di Lazada? Oke, akan saya jelaskan di bawah ini secara lebih rinci mengenai beberapa hal yang harus kalian perhatikan bagi yang ingin berpartner dengan Lazada menurut pengalaman saya pribadi.

1. Ada Biaya Bagi Hasil

Untuk biaya bagi hasil sudah tertulis jelas di surat perjanjian mulai dari 0.50% sampai dengan 8% menurut kategori masing-masing produk, jadi jika kalian ingin jualan di Lazada sebaiknya untuk menaikkan harga terlebih dahulu, jangan kaget kalau kalian hanya mendapatkan hasil sedikit jika tidak menaikkan harga produk tersebut, kecuali jika memang produk kalian memiliki laba yang tinggi.

2. Ada Penahanan Saldo Senilai Rp. 500.000,-

lazada menahan dana seller

Ini yang perlu kalian ketahui dan banyak partner yang mengabaikan persyaratan ini, mungkin karena malas membaca ataupun kurang teliti dalam membaca, jadi pihak Lazada akan menahan dana kalian senilai Rp. 500.000,- sebagai deposito jika penjualan pertama sudah mencapai Rp. 500.000,- maka dananya akan ditahan. Biasanya banyak partner bingungnya disini, sudah ada penjualan tapi kenapa uangnya belum ditransfer? Ya inilah penyebabnya, tapi jangan khawatir karena dana kalian yang terdeposito di Lazada dapat di klaim jika kalian ingin menutup toko (Membutuhkan proses yang cukup lama dan ribet).

Baca :  Cara Membuat Akun Facebook Baru dengan Mudah

3. Transfer Dana Seminggu Sekali

Transfer Dana Seminggu Sekali

Berbeda dengan marketplace lain dimana untuk tarik saldo yang ada di akun marketplace bisa kapan saja, kalau di Lazada kalian akan melakukan penarikan dana secara otomatis seminggu sekali terkadang juga lebih, biasanya dilakukan setiap hari Rabu oleh pihak Lazada.

4. Tampilan Dashboard Penjualan Kurang Menarik dan Tidak Begitu Jelas

Dashboard Seller Center Lazada

Tampilan dashboard penjualan Lazada akan sedikit beda dengan marketplace biasanya, kalau menurut saya kurang jelas dan agak membingungkan beda dengan Tokopedia, Bukalapak ataupun Shopee. Belum lagi masalah ongkos kirim yang kurang jelas sampai saat ini.

5. Customer Service Lazada Lama Balasnya

komplain cs lazada melalui email lama balasnya

Nah yang satu ini selalu bikin gregetan, bagaimana tidak untuk mengurus masalah komplain saya mengenai uang pencairan yang tidak masuk-masuk sampai 1 bulan, sebenarnya penyebabnya saya sendiri salah menginputkan nama penerima rekening, akan tetapi nomer rekeningnya sudah benar, jadi perlu diperhatikan untuk masalah sepeleh seperti ini. Kalian harus sama menginputkan nama dan nomer rekeningnya.

Selain hal-hal yang saya jelaskan di atas, menjadi partner Lazada juga memiliki beberapa keuntungan tersendiri menurut saya pribadi dibandingkan marketplace lainnya yaitu memiliki jumlah pelanggan yang sangat banyak dan juga produk kalian akan di iklankan secara gratis oleh Lazada dan terkadang ada promo menarik yang bisa diikuti oleh partner. Begitulah menurut saya yang perlu dipertimbangkan jika ingin menjadi partner atau menjual produk di Lazada.